Pekan Sastra Cirebon 2026 berlangsung pada 1–6 November dengan mengusung tema Megatruh: Keterlepasan dan Transformasi Sastra Lisan. Dalam Diskusi Megatruh, Fathan Mubarak, penyair sekaligus kurator acara, menjelaskan bahwa Megatruh diposisikan sebagai metafora keterlepasan dan penemuan medium-medium baru. Gagasan tersebut menggambarkan perjalanan suatu ekspresi budaya ketika meninggalkan bentuk asal dan menjelma melalui medium yang berbeda.
Selain Diskusi Megatruh, rangkaian kegiatan sebelumnya juga menghadirkan Diskusi Alih Wahana yang membahas transformasi tradisi dalam penciptaan seni serta Pameran Naskah Kuno yang memperkenalkan manuskrip sebagai sumber pengetahuan dan ingatan kebudayaan.
Melalui rangkaian kegiatan selama enam hari, Pekan Sastra Cirebon 2026 mempertemukan sastrawan, seniman, komunitas, pemerintah, dan masyarakat dalam ruang dialog serta apresiasi seni. Penutupan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara sastra, warisan budaya, dan perkembangan kreativitas masyarakat Cirebon.










