“Mediasi sudah dilakukan dan disaksikan Muspika. Alhamdulillah, ibu Karniah akhirnya sepakat untuk dibangunkan rumah, setelah sebelumnya memang cukup sulit dilakukan mediasi dengan pihak keluarganya,” ungkapnya.
Menurutnya, selama ini persoalan yang dihadapi Karniah juga dipengaruhi konflik internal keluarga.
Namun setelah difasilitasi oleh pemerintah desa dan kecamatan, kini telah tercapai kesepakatan bahwa Karniah dan bayinya dapat kembali diterima oleh keluarga.
“Hasil mediasi bersama pemdes, muspika, tokoh masyarakat, serta ayah kandung dan keluarga lainnya, disepakati bahwa ibu Karniah bersedia dibangunkan tempat tinggal di lahan milik keluarga,” jelas Supriyadi.
Terkait kondisi kesehatan Karniah dan bayinya, Supriyadi mengakui hingga saat ini belum dilakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh.
Namun pihak desa berencana segera berkoordinasi dengan Puskesmas setempat untuk memastikan kondisi kesehatan keduanya.
“Untuk kesehatan ibu dan bayi memang belum diperiksa, nanti akan kami upayakan terlebih dahulu ke Puskesmas,” katanya.








