Produksi Capai 3.000 Ton, Petani Garam Pengarengan Minta Geomembran Lebih Tahan Lama

banner 468x60

Ia menilai produksi garam pada 2026 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya yang sempat terdampak kondisi kemarau basah. Stabilnya harga dan produksi menjadi harapan bagi petani agar pendapatan mereka tetap terjaga.

Meski demikian, petani masih menghadapi persoalan pada penggunaan geomembran sebagai salah satu sarana produksi. Geomembran dengan ketebalan sekitar 0,05 milimeter dinilai terlalu tipis sehingga mudah mengalami sobek dan kebocoran.

Bahkan, menurut Warnadi, geomembran tersebut dalam dua kali musim panen sudah mengalami banyak kerusakan.

“Geomembran yang tipis cepat bocor. Kami berharap ada bantuan yang lebih berkualitas,” ungkapnya.

Sementara itu, petani yang memiliki modal lebih biasanya memilih membeli geomembran secara mandiri dengan ketebalan sekitar 300 mikron. Material tersebut dinilai lebih kuat dan memiliki daya tahan lebih baik untuk menunjang proses produksi.

Selain persoalan sarana produksi, faktor cuaca juga masih menjadi tantangan bagi petani garam. Hujan yang turun meski hanya dalam waktu singkat dapat mengganggu proses produksi dan membuat petani harus menunda panen.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60