Selama ini, proses konversi biodiesel menjadi bahan bakar transportasi bernilai tinggi masih membutuhkan hidrogen bertekanan tinggi sehingga relatif kompleks dan memerlukan energi besar.
Melalui riset doktoralnya, Solehudin mengembangkan material katalis yang menawarkan jalur alternatif yang lebih sederhana. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu referensi ilmiah dalam pengembangan teknologi hilirisasi sawit di Indonesia.
“Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kita mengembangkan teknologinya sendiri sehingga nilai tambahnya juga dinikmati oleh bangsa kita,” katanya.
Bagi Solehudin, gelar doktor bukanlah garis akhir perjalanan. Justru, gelar tersebut menjadi awal dari tanggung jawab untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui ilmu pengetahuan.
Ia berharap hasil penelitiannya suatu saat dapat diterapkan dalam pengembangan teknologi energi nasional sehingga mampu meningkatkan nilai tambah minyak sawit, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di sektor energi berkelanjutan.










