CIREBON – Musim kemarau yang seharusnya menjadi masa panen dan mendatangkan keuntungan bagi petani garam di Kabupaten Cirebon justru diwarnai keresahan. Rabu (8/7/2026).
Memasuki panen raya, para petambak di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, mengaku kesulitan menjual hasil produksinya karena minimnya pembeli. Di saat yang sama, harga garam krosok juga terus mengalami penurunan.
Salah seorang petani garam, Warno, mengatakan hingga saat ini sebagian hasil panen masih menumpuk di tambak karena belum ada pembeli yang datang. Kondisi tersebut membuat petani khawatir harga akan terus turun seiring meningkatnya pasokan garam dari berbagai daerah.
“Panen memang mulai ramai, tetapi pembelinya justru sepi. Akibatnya, garam banyak yang masih tersimpan dan belum bisa dijual,” ujarnya.
Warno menjelaskan, harga garam krosok yang sebelumnya berkisar Rp1.500 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp1.200 per kilogram. Penurunan harga dinilai terjadi karena hampir seluruh petambak memasuki masa panen sehingga pasokan garam di pasaran meningkat drastis.










