“Cirebon ini adalah salah satu urat nadi perekonomiannya Jawa Barat karena posisi strategisnya. Selain historikalnya yang panjang, terlihat sekali dari dunia pendidikan dan generasi mudanya yang cukup maju. Minat generasi muda Cirebon terhadap konten dan dunia digital sangat tinggi, makanya kita pilih Cirebon untuk kita scale up,” jelasnya.
Hingga tahap awal peluncuran ini, Indosat telah mengaktifkan kurang lebih 50 titik pemancar (site) 5G di area strategis. Ali menargetkan pada akhir bulan ini, seluruh wilayah Kota Cirebon hingga area pinggiran akan ter-cover 100 persen oleh jaringan super cepat ini.
Frekuensi Baru yang Lebih Powerful dan Efisien
Terkait teknis performa jaringan, Ali memaparkan bahwa secara spesifikasi standar teknologi 5G dapat menembus kecepatan transfer data hingga 1 Gigabyte per second (Gbps), bahkan hingga 2 Gbps dalam pengujian laboratorium. Namun, performa riil di lapangan akan sangat bergantung pada lokasi dan kondisi lingkungan.
Keunggulan peluncuran kali ini juga didukung oleh penggunaan alokasi frekuensi baru hasil tender resmi pemerintah pada bulan Juli lalu. Berbeda dengan implementasi awal 5G di Indonesia yang masih harus berbagi infrastruktur atau “numpang” di jaringan 4G, kini layanan 5G Indosat berdiri di atas frekuensi khusus (termasuk pita 2.600 MHz).










