Namun, tingginya biaya transportasi dan kendala ekonomi pasien mendorong RSUD Waled untuk menghadirkan layanan kemoterapi secara mandiri sejak 2014.
“Dulu banyak pasien dirujuk ke Bandung. Karena faktor biaya dan transportasi, kami berinisiatif menghadirkan layanan kemoterapi di sini. Alhamdulillah sekarang sudah berjalan dan berkembang,” jelasnya.
Tak hanya itu, Luthfi juga sempat berperan dalam pembinaan layanan serupa di wilayah III Cirebon hingga turut mendorong pengembangan layanan di RSUD Gunung Jati.
Pada masa awal pengembangan, keterbatasan tenaga konsultan membuatnya harus merangkap peran sebagai dokter sekaligus konsultan.
Seiring berkembangnya layanan, kini RSUD Waled kembali fokus memperkuat fasilitas internal, termasuk rencana pembangunan gedung terintegrasi sebagai pusat layanan kanker atau cancer center.
“Ke depan kami berharap ada satu gedung terintegrasi agar pelayanan lebih fokus dan maksimal. Apalagi pasien kami tidak hanya dari Cirebon, tetapi juga dari Kuningan, Ciamis, Indramayu hingga beberapa daerah di Jawa Tengah,” ungkapnya.








