CIREBON – Pasca pelaksanaan kajian publik Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2025 Desa Japura Kidul, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, sejumlah anggota Tumpur Foundation mengaku mengalami dugaan intimidasi dari berbagai pihak. Kamis (11/6/2026).
Mereka mengklaim menerima ancaman agar menghentikan upaya pengungkapan berbagai temuan yang muncul dalam kajian tersebut.
Meski demikian, mereka menegaskan akan tetap melanjutkan langkah advokasi dengan menggelar audiensi di Balai Desa Japura Kidul guna meminta klarifikasi dan transparansi terkait penggunaan anggaran desa.
Salah seorang warga Japura Kidul yang merupakan anggota Tumpur Foundation, M Rizki, mengaku dirinya bersama beberapa rekannya mendapat tekanan setelah forum kajian yang digelar beberapa waktu lalu.
“Pasca kajian, kami mendapatkan berbagai bentuk intimidasi. Ada ancaman, ada juga tawaran nominal tertentu agar kami diam. Tapi kami menolak. Kami tetap akan menggelar audiensi dan meminta penjelasan terkait berbagai kejanggalan yang kami temukan dalam APBDes 2025,” ujar Rizki.










