Menurut Agus, kehadiran sekolah tersebut diharapkan mampu memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak yang membutuhkan.
“Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat karena pendidikan merupakan hak seluruh warga negara,” katanya.
Sementara itu, PIC Sekolah Rakyat Kabupaten Cirebon, Suratna, menjelaskan proses persiapan terus dikebut agar seluruh fasilitas siap digunakan sebelum peresmian.
Ia mengatakan, semula kegiatan pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) direncanakan berlangsung pada 13 Juli. Namun jadwal tersebut disesuaikan karena proses pembangunan fisik gedung belum sepenuhnya selesai.
“Harapannya Sekolah Rakyat Terpadu Kabupaten Cirebon bisa mulai MPLS pada 21 Juli, kemudian tanggal 30 Juli orang tua menyerahkan anak kepada pihak sekolah. Awalnya memang direncanakan tanggal 13 Juli, tetapi bukan mundur, melainkan menyesuaikan dengan kesiapan pembangunan. Kalau dipaksakan justru kurang aman bagi anak-anak,” jelasnya.
Suratna menegaskan, selain penyelesaian bangunan, seluruh persiapan lainnya telah berjalan sesuai rencana. Koordinasi dengan Kementerian Pendidikan maupun dinas terkait telah dilakukan, sementara proses seleksi guru masih berlangsung melalui mekanisme seleksi nasional.










