Tiga Tahun Rumah Terendam Rob, Warga Ambulu Hidup Tanpa Jeda dari Bencana

Caption : Salman Alfarisi, warga Dusun Pahing, saat ditemui di rumahnya yang terendam rob, Senin malam (25/5/2026).
banner 468x60

Ia mengaku selama ini dirinya bersama orang tua dan adiknya terpaksa tidur di atas ranjang yang dikelilingi air rob.

“Harapannya tentu tidak seperti sekarang. Aktivitas tidur di atas air. Saya tidur berempat, sama orang tua dan adik,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, Salman tetap menjalankan aktivitas sebagai guru honorer. Namun, tekanan hidup akibat rob yang tak kunjung selesai diakuinya mulai memengaruhi kondisi psikologis dirinya maupun warga lainnya.

“Kalau ditanya keluhan, saya, keluarga, bahkan warga Ambulu yang terdampak memang mentalnya sudah kena. Karena kan, air rob datang setiap hari dan kami tidur dan melakukan aktifitas lain pun di atas air rob,” tuturnya.

Menurutnya, persoalan terbesar bukan hanya banjir itu sendiri, tetapi juga rasa putus asa karena hingga kini belum terlihat solusi nyata yang mampu mengakhiri penderitaan warga.

“Yang berat itu karena kesannya tidak ada solusi. Setiap hari sama terus kkaya begini,” ujarnya.

Salman menjelaskan, air rob biasanya mulai naik sekitar pukul 17.00 hingga tengah malam. Meski sempat surut, tak jarang air kembali naik akibat cuaca atau faktor lainnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60