KH. Muchsin menambahkan, gerakan swadaya tersebut juga menjadi bentuk ikhtiar masyarakat untuk meraih pahala amal jariyah karena seluruh kegiatan dilakukan demi kepentingan umum dan kenyamanan jamaah masjid.
Ia menyebut, berdasarkan informasi yang diterima dari pemerintah desa, pada tahun anggaran 2026 belum terdapat alokasi pembangunan untuk ruas jalan tersebut. Kondisi itulah yang mendorong masyarakat mengambil inisiatif memperbaiki jalan secara mandiri.
“Semoga apa yang kami lakukan menjadi amal jariyah dan membawa manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” ungkapnya.
Ke depan, masyarakat berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lanjutan berupa pembangunan saluran pembuangan air (SPAL) di sepanjang ruas jalan tersebut agar kerusakan akibat genangan dan banjir tidak kembali terulang.
Warga juga berharap semangat gotong royong yang telah terbangun dapat terus dipertahankan sebagai budaya masyarakat dalam menjaga fasilitas ibadah, melestarikan situs bersejarah, serta memperkuat kebersamaan di lingkungan Desa Gebang Udik.










