Menurutnya, jalan yang berlubang dan tidak rata telah mengganggu aktivitas warga, menghambat mobilitas ekonomi, serta meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Bahkan, dalam beberapa waktu terakhir telah terjadi sejumlah insiden akibat kondisi jalan yang rusak.
“Sudah dua kali truk terguling di ruas jalan tersebut. Kami khawatir akan ada korban jiwa jika tidak segera ditangani,” tegasnya.
Selain persoalan infrastruktur jalan, AMKP juga menyoroti masalah pengelolaan sampah yang dinilai belum optimal.
Tumpukan sampah di sejumlah titik disebut mengganggu kebersihan lingkungan, kesehatan masyarakat, dan kenyamanan warga.
“Pengelolaan sampah harus segera dibenahi karena kondisinya sudah semakin memprihatinkan,” tambah Falah.
Dalam audiensi tersebut, masyarakat meminta DPRD dan pemerintah daerah segera merealisasikan solusi atas berbagai persoalan yang disampaikan.
Sebagai bentuk komitmen bersama, hasil audiensi kemudian dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani seluruh pihak terkait.










