“Jadi sampai akhir hayatnya terus menggunakan jaringan NU, jaringan pesantren, kesejawatan dengan teman-temannya, kiai dan santri untuk meraih kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan,” kata Usep.
KH Abbas Abdul Jamil lahir pada 1883 dan wafat pada 1947. Ia merupakan salah satu ulama penting dari lingkungan Buntet Pesantren, Cirebon.
Namanya kemudian dikenal dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan, terutama dalam rangkaian Pertempuran Surabaya pada November 1945.
Jejak perjuangannya juga berkaitan dengan pendidikan pesantren, kaderisasi santri serta pembentukan jaringan perjuangan yang melibatkan ulama dan masyarakat.
Salah satu bagian yang turut dikaji adalah keberadaan Laskar Asybal yang melibatkan anak-anak dan remaja dalam jaringan perjuangan pada masa revolusi










