Setiap hari, Karniah mendapatkan makanan dari pengelola dapur yang lokasinya persis di depan gazebo tempat ia tinggal.
“Alhamdulillah, setiap hari bisa makan dari sini. Sangat membantu,” katanya.
Namun, bantuan tersebut hanya sebatas kebutuhan konsumsi. Saat dapur MBG tidak beroperasi, Karniah harus bergantung pada belas kasihan warga sekitar untuk sekadar makan.
Kepala dapur SPPG Desa Beringin, Wahyu Cahyanuddin, membenarkan bahwa pihaknya rutin membantu Karniah dengan memberikan makanan.
“Ibu Karniah memang tinggal di depan dapur. Kami setiap hari berikan makanan semampu kami,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa bantuan yang diberikan belum mampu menjawab kebutuhan utama Karniah, yakni tempat tinggal yang layak dan lainnya.
Di sisi lain, perhatian dari pemerintah desa dinilai belum maksimal. Karniah mengaku pernah menerima bantuan, namun sudah lama tidak ada kelanjutan.
Bahkan saat mengajukan permohonan tempat tinggal, ia hanya diminta menunggu hingga sekitar dua tahun ke depan.
“Katanya disuruh sabar, bantuan belum bisa sekarang. Paling 2 tahun lagi,” ungkapnya.








