Ia menegaskan, pembangunan tidak boleh mengabaikan dampak langsung yang dirasakan masyarakat.
“Pembangunan harus tetap memperhatikan kelancaran aktivitas warga. Jangan sampai proyek justru menimbulkan kemacetan berkepanjangan karena tidak ada pengaturan yang baik,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Menurutnya, perlindungan bagi pekerja maupun pengguna jalan harus menjadi prioritas, mengingat kondisi di lapangan dinilai masih belum maksimal.
Keluhan serupa disampaikan oleh salah satu pengendara, Yusuf. Ia mengaku sering terjebak kemacetan parah, terutama saat tidak ada petugas yang mengatur arus kendaraan.
“Kalau tidak ada yang mengatur, kendaraan jadi saling mendahului. Apalagi kalau bersamaan dengan kereta melintas, bisa macet total,” katanya.
Selain faktor proyek, keberadaan jalur double track kereta api dengan intensitas perjalanan yang tinggi turut menyumbang kepadatan.
Di sisi lain, aktivitas di kawasan pusat perbelanjaan yang selalu ramai pengunjung juga menambah beban lalu lintas di jalur tersebut.








