Dikatakan Gus Habib ubah Konsumsi menjadi produksi jangan cuma menonton konten orang lain. Jadilah kreator yang menyuarakan kebaikan, mencatat sejarah lokal, dan mendokumentasikan produktivitas.
“Kuasai Logika, Bukan Sekadar Trik, Pahami bagaimana teknologi bekerja, saring informasi dengan kritis, dan jauhkan diri dari hoaks yang memecah belah bangsa. Manfaatkan Tanpa Batas Ruang, Gunakan internet untuk menembus batas geografis Cirebon, menyerap ilmu seluas-luasnya, dan membuktikan bahwa anak muda Cirebon mampu berdaya saing global,” cetusnya.
Ditambahkan Gus Habib, orang Cirebon dikenal memiliki mental perantau yang tangguh, ulet, dan spiritualitas yang mengakar. Semangat Sumpah Pemuda bukanlah sekadar teks sejarah yang dibaca setiap tanggal 28 Oktober, melainkan api penggerak.
“Jangan biarkan ketertinggalan literasi digital memadamkan api tersebut. Sudah saatnya pelajar Cirebon berdiri tegak, berpegang pada adab dan agama, bertumpu pada kearifan lokal, dan melesat bersama teknologi yang jujur, cerdas, serta bermartabat demi kejayaan Indonesia,” tutupnya.***










