Ia berharap masyarakat memahami bahwa pemerintah masih memberikan dukungan besar terhadap pembiayaan ibadah haji sehingga penyelenggaraannya tetap dapat dijangkau oleh masyarakat.
Tak hanya itu, H. Satori juga mengingatkan calon jamaah agar tidak terburu-buru menggelar syukuran atau mengumumkan keberangkatan sebelum menerima kepastian jadwal resmi.
“Lebih baik menunggu jadwal yang benar-benar sudah ditetapkan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau kekecewaan apabila terjadi perubahan,” ucapnya.
Terkait kesiapan calon jamaah, ia menegaskan bahwa kesehatan menjadi syarat utama dalam penyelenggaraan ibadah haji. Mengingat suhu di Arab Saudi dapat mencapai 40 hingga 45 derajat Celsius, calon jamaah diminta menjaga kondisi fisik sejak jauh hari melalui pemeriksaan kesehatan rutin dan penerapan pola hidup sehat.
“Bukan hanya soal biaya, tetapi yang terpenting adalah memenuhi syarat kesehatan atau istithaah sehingga benar-benar siap menjalankan ibadah haji,” tegasnya.
Dalam sosialisasi tersebut, H. Satori juga menegaskan sikap Komisi VIII DPR RI yang menolak adanya skema percepatan keberangkatan di luar mekanisme antrean resmi.










