Dalam proses perawatan, petani melakukan penyiraman secara rutin setiap pagi dan sore. Mereka juga memberikan pupuk serta melakukan penyemprotan sesuai kebutuhan agar tanaman dapat tumbuh subur dan menghasilkan buah secara maksimal.
Diperkirakan hampir dua hektare lahan sawah di Desa Sinarrancang akan dialihkan menjadi lahan palawija selama musim kemarau berlangsung. Peralihan ini diharapkan mampu menjaga produktivitas lahan sekaligus mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan.
Salah seorang petani palawija, Subandi, mengatakan menanam padi pada musim kemarau sangat berisiko karena keterbatasan air. Oleh sebab itu, dirinya bersama petani lainnya memilih menanam palawija yang lebih mudah dirawat dan lebih tahan terhadap cuaca panas.
Untuk memastikan kebutuhan air tetap terpenuhi, para petani bergotong royong membuat sumur bor yang digunakan sebagai sumber pengairan. Air dari sumur tersebut dimanfaatkan untuk menyiram tanaman setiap pagi dan sore sehingga pertumbuhan palawija tetap terjaga hingga masa panen.










