“Kalau dipaksakan menanam padi saat kemarau, airnya tidak cukup. Sekarang kami beralih ke cabai, terong, mentimun, dan labu karena lebih tahan panas. Agar tanaman tetap hidup, kami membuat sumur bor secara gotong royong untuk kebutuhan penyiraman,” ujar Subandi.
Para petani berharap musim hujan segera datang agar dapat kembali menanam padi. Namun selama kemarau masih berlangsung, budidaya palawija menjadi pilihan terbaik untuk menjaga keberlangsungan usaha pertanian dan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.










