“Haul ini bukan hanya tentang mengenang mereka yang telah mendahului kita. Ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat nilai-nilai keagamaan, sekaligus melestarikan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun,” kata Kang Owi, Senin (10/8/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan haul pada tahun-tahun sebelumnya berlangsung secara sederhana. Masyarakat biasanya berkumpul untuk berziarah dan mengikuti tausiyah di Makbaroh Gedongan, Desa Japura Kidul.
Tahun ini, suasana haul diperkirakan akan lebih semarak. Panitia tidak hanya menyiapkan rangkaian kegiatan keagamaan, tetapi juga menghadirkan pasar tumpah yang melibatkan pelaku UMKM dan pedagang lokal.
Bagi Kang Owi, kehadiran pasar tumpah bukan sekadar pelengkap kegiatan. Ruang tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat ekonomi dari banyaknya jemaah dan peziarah yang hadir.
“Kehadiran pasar tumpah diharapkan mampu memberikan ruang bagi para pelaku UMKM dan pedagang lokal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat selama berlangsungnya kegiatan haul,” ujarnya.










