Prayoga berharap perpustakaan tersebut dapat berkembang menjadi pusat kegiatan literasi yang tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga menghadirkan metode belajar yang menarik dan mengikuti perkembangan teknologi.
“Kami berharap pengelola perpustakaan bisa melanjutkan program ini. Tidak hanya membaca buku, tetapi juga bisa mengembangkan konten digital dan kegiatan literasi yang melibatkan anak-anak, sekolah maupun orang tua,” katanya.
UMKM Sereh Lemon Mulai Naik Kelas
Dampak lain dari program KKN-T Literasi Kelompok 13 dirasakan pelaku UMKM minuman rempah di Desa Waled Kota.
Melalui program Penguatan UMKM Go Digital melalui Pendampingan Re-branding dan Pemasaran Online, mahasiswa memberikan pendampingan kepada pelaku usaha agar memiliki identitas produk serta saluran pemasaran yang lebih luas.
Salah satu warga yang mendapatkan pendampingan adalah Eni Rohani, warga Dusun Karyawan, Desa Waled Kota, yang memproduksi minuman Sereh Lemon.
Eni mengatakan dirinya telah mulai memproduksi Sereh Lemon sejak Mei 2025. Kehadiran mahasiswa KKN, menurutnya, memberikan perubahan positif terhadap pengembangan usaha yang dijalankannya.










