Literasi membuka akses terhadap pengetahuan, digitalisasi membantu pelaku usaha memperluas pasar, sementara edukasi lingkungan diharapkan membangun kebiasaan masyarakat untuk menjaga kebersihan.
Leni juga mengapresiasi mahasiswa yang telah membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah desa serta masyarakat selama menjalankan program.
“Kegiatan KKN ini menjadi proses pembelajaran bagi mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi desa. Kami berharap apa yang sudah dibangun dapat dijaga, dirawat dan dikembangkan bersama,” katanya.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Kelompok 13 KKN-T Literasi UGJ dalam meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat Desa Waled Kota.
Mulai dari 979 buku yang ditata dan mulai terdigitalisasi, UMKM yang dibantu masuk ke ekosistem pemasaran digital, hingga sarana pemilahan sampah di Dam Roti, seluruh program diarahkan agar tidak berhenti ketika masa KKN selesai.
Bagi masyarakat, kehadiran mahasiswa bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi momentum untuk membuka akses pengetahuan, memperkenalkan pemanfaatan teknologi serta memperkuat potensi ekonomi lokal Desa Waled Kota.










