Ia menjelaskan, penanganan banjir rob kini berada dalam ranah pemerintah pusat melalui lembaga terkait penanggulangan wilayah pesisir.
Menurutnya, daerah yang aktif berkonsultasi dan mengusulkan program berpeluang lebih besar mendapatkan prioritas penanganan.
Di balik persoalan infrastruktur, Sunaji menilai dampak terbesar justru terjadi pada kesehatan mental warga.
Ia menyebut penyakit seperti gatal atau gangguan kulit hanya persoalan kecil dibanding tekanan psikologis yang dirasakan masyarakat setiap hari.
“Masyarakat sekarang stres. Ketika mendengar nanti jam sekian rob datang, mereka sudah bersiap mengangkat barang-barang. Tidur tidak tenang. Kalau mental sudah terganggu, bagaimana pendidikan anak-anak juga akan ikut terdampak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, air rob biasanya mulai masuk sekitar pukul 17.00 hingga tengah malam, dengan puncak genangan terjadi sekitar pukul 20.00. Waktu tersebut bertepatan dengan aktivitas warga seperti mengaji, belajar hingga mobilitas masyarakat pada malam hari.










