CIREBON – Musim giling tebu 2026 di wilayah Cirebon dibayangi ancaman penurunan produksi di tengah tingginya target rendemen dan produksi gula. Senin (25/5/2026).
Para petani mengeluhkan berbagai persoalan, mulai dari serangan hama, mahalnya pupuk nonsubsidi, hingga keterlambatan pembiayaan usaha tani yang diperkirakan berdampak pada turunnya hasil panen hingga 20 persen.
Ketua DPC APTRI Tersana Baru, Haji Mulyadi, mengatakan kondisi musim tanam tahun ini jauh lebih berat dibanding tahun sebelumnya.
Menurutnya, meski pemerintah telah menyiapkan Harga Acuan Produsen (HAP) gula, petani belum melihat adanya kenaikan harga yang diharapkan.
“Harapan kami di tahun ini ya, pemerintah sudah mengeluarkan HAP. Tetapi memang ini HAP kalau kami lihat dari bocoran teman-teman itu memang tidak ada kenaikan,” ujar Mulyadi saat diwawancarai media usai acara selamatan musim giling.
Dengan kondisi tersebut, petani kini berharap pada peningkatan rendemen dan pembagian hasil gula agar tetap memperoleh keuntungan di tengah biaya produksi yang terus meningkat.










