“Sehingga kami harus berpacu dengan bagaimana kita mendapatkan rendemen yang terbaik, bagaimana kita mendapatkan bagi hasil gula yang terbaik,” katanya.
Namun di sisi lain, Mulyadi mengungkapkan produksi tebu tahun ini diperkirakan mengalami penurunan cukup signifikan dibanding musim giling sebelumnya.
Ia memperkirakan penurunan berada di kisaran 10 hingga 20 persen.
“Nah, tahun ini kelihatannya produksi kita ini menurun 10 sampai 20 persen dibanding tahun kemarin,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pada musim lalu lahan tebu seluas sekitar 2.700 hektar mampu menghasilkan hampir 2 juta kuintal tebu.
Sementara pada tahun ini, dengan luasan lahan yang relatif sama, hasil taksasi hanya berkisar 1,7 juta kuintal.
“Yang sekarang, luasan yang sama hanya di kurang lebihnya di 1.700.000 sekian kuintal,” ujarnya.
Menurut Mulyadi, terdapat sejumlah faktor yang memicu penurunan tersebut. Salah satunya keterlambatan pencairan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang membuat petani tertunda melakukan pengolahan lahan dan perawatan tanaman.










