Ia berharap kesadaran tertib berlalu lintas tumbuh dari diri masing-masing pengendara, bukan semata-mata karena adanya petugas kepolisian yang melakukan pengawasan.
“Kami berharap masyarakat tidak hanya tertib karena adanya petugas, tetapi juga karena memahami pentingnya keselamatan bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” tegasnya.
Menurut Imara, setiap pengguna jalan memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan. Karena itu, hal-hal yang kerap dianggap sepele, seperti tidak memakai helm, menerobos lampu merah, melawan arus, atau menggunakan telepon seluler saat berkendara, harus dihindari.
Ia mengingatkan bahwa kelalaian di jalan raya dapat menimbulkan risiko serius, tidak hanya bagi pelanggar, tetapi juga bagi orang lain yang tidak bersalah.
“Jangan sampai karena ingin cepat sampai tujuan, kita mengabaikan keselamatan. Patuhi rambu-rambu lalu lintas, gunakan perlengkapan keselamatan, dan berkendaralah dengan tertib. Ingat, ada keluarga yang menunggu kita pulang ke rumah,” pesannya.










