“Visibilitas nol persen, gelap total. Penyelam harus meraba dalam kondisi arus kuat,” terangnya.
Dengan kedalaman mencapai sekitar 6,5 meter, kondisi tersebut semakin memperumit proses evakuasi. Bahkan, hingga lebih dari 24 jam sejak kejadian, korban belum juga muncul ke permukaan.
“Kami khawatir korban tersangkut di bawah, sehingga tidak bisa mengapung,” tambah Nurhayat.
Tim memperkirakan, apabila tidak terhalang, jasad korban seharusnya tidak terbawa terlalu jauh, yakni sekitar 40 hingga 50 meter dari lokasi awal, karena adanya bendungan dan susunan batu yang menghambat arus.
Pencarian hari kedua berlangsung hingga pukul 17.30 WIB sebelum dilakukan evaluasi bersama untuk menentukan langkah selanjutnya.
Hingga saat ini, keluarga korban bersama masyarakat setempat masih menaruh harapan besar agar kedua pelajar tersebut segera ditemukan.








