Di tengah tren yang datang dan pergi, ia memilih tetap membuka pintu bagi batu akik, barang antik dan kerajinan tangan.
Sebab bagi Iduy, selama masih ada orang yang menghargai karya seni, selama masih ada yang tertarik pada benda-benda yang menyimpan cerita masa lalu, dunia seni akan selalu memiliki tempat.
Dan dari sebuah ruko sederhana di Lemahabang, ia terus menjaga nyala itu agar tidak padam.










