Ia berpandangan, bertambahnya rumah sakit justru menjadi peluang untuk memperkuat pelayanan kesehatan secara bersama-sama. Dengan jumlah penduduk Cirebon Timur yang hampir mencapai satu juta jiwa, kebutuhan terhadap fasilitas dan tenaga kesehatan tentu semakin besar.
“Kalau dilihat dari sisi bisnis mungkin dianggap persaingan. Tetapi dalam sistem pelayanan kesehatan, saya kira bukan persaingan, melainkan saling melengkapi. Dengan jumlah penduduk Cirebon Timur yang hampir satu juta jiwa, kita harus berpikir bagaimana seluruh rumah sakit bisa bersama-sama memberikan pelayanan terbaik,” tuturnya.
Deni mencontohkan, RSUD Waled memiliki fasilitas pelayanan kesehatan seperti Cath Lab dan CT Scan yang dapat mendukung penanganan pasien dengan kebutuhan medis tertentu. Selain itu, keberadaan tenaga medis dengan kompetensi subspesialis juga menjadi salah satu kekuatan rumah sakit.
Menurutnya, setiap rumah sakit memiliki kemampuan dan fasilitas masing-masing yang dapat saling mendukung, terutama ketika terjadi keterbatasan kapasitas tempat tidur maupun fasilitas pelayanan.










