Untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya berencana melakukan pendataan dan menjangkau sejumlah posyandu yang selama ini belum mendapatkan manfaat dari program MBG.
“Kami akan berusaha mencari tambahan PM agar jumlahnya kembali mencapai 3.000, syukur-syukur bisa lebih. Salah satunya dengan mencari posyandu-posyandu yang belum menerima manfaat program MBG. Harapannya, cakupan penerima manfaat semakin luas dan keberadaan relawan juga bisa terus dipertahankan,” katanya.
Ia menegaskan, keberadaan program MBG tidak hanya menyangkut pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi melalui terbukanya lapangan pekerjaan bagi warga setempat.
Karena itu, Heriyanto berharap pemerintah dan BGN dapat mempertimbangkan kembali kebijakan penyesuaian jumlah relawan dengan melihat kondisi serta dampaknya terhadap masyarakat di lapangan.
“Kami memahami aturan BGN dan sebagai mitra tentu harus mengikuti ketentuan yang berlaku. Namun, kami juga melihat kondisi kemanusiaan dan nasib warga sekitar. Kami berharap ada kebijakan yang bisa mempertimbangkan kondisi tersebut, sehingga program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima makanan, tetapi juga mampu menjaga keberlangsungan pekerjaan masyarakat,” pungkasnya.










