KARAWANG — Maraknya kasus perundungan atau bullying di kalangan pelajar hingga saat ini masih menjadi ancaman serius bagi dunia pendidikan Indonesia. Tidak hanya berdampak pada fisik, perundungan memberikan trauma psikologis yang mendalam, menurunkan prestasi akademik, bahkan mengancam masa depan peserta didik.
Menanggapi fenomena tersebut, akademisi dan peneliti dari Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA), Afiyatun Kholifah, S.Pd., M.Pd., memaparkan hasil riset terbarunya mengenai pentingnya moderasi beragama sebagai strategi ampuh pencegahan kekerasan di sekolah.
Riset yang dilakukan bersama Ana Tiara Syalwa ini menyoroti bagaimana penanaman sikap toleran, seimbang, dan anti-kekerasan dapat meredam potensi gesekan sosial di lingkungan pendidikan.
Dalam keterangannya, Afiyatun Kholifah menegaskan bahwa penanganan isu perundungan harus difokuskan pada pembentukan nilai moral jangka panjang, bukan sekadar penindakan di akhir.
“Penanggulangan bullying tidak bisa hanya bergantung pada hukuman setelah kejadian. Kita butuh pencegahan dari akar masalah melalui pembentukan imunitas karakter siswa,” tegas Afiyatun Kholifah,” ujar Afiyatun, Sabtu 25 Oktober 2025.










