“Untuk sementara aktivitas dapur kami hentikan karena kondisi bangunan belum memungkinkan digunakan. Lumpur dan sampah masih menumpuk sehingga perlu pembersihan menyeluruh. Sekitar 2.000 penerima manfaat sementara belum dapat kami layani,” ujarnya.
Menurut Faujan, kejadian tersebut menjadi catatan penting untuk evaluasi, terutama terkait penentuan lokasi pembangunan fasilitas MBG.
Ia menilai aspek risiko bencana dan kondisi geografis wilayah perlu menjadi pertimbangan sejak awal.
Wilayah Waled, termasuk Desa Ambit, selama ini dikenal sebagai daerah yang kerap terdampak banjir saat intensitas hujan tinggi maupun ketika terjadi luapan air kiriman dari daerah hulu.
“Program ini menyangkut kebutuhan masyarakat luas, sehingga ke depan perlu ada evaluasi agar fasilitas seperti ini berada di lokasi yang lebih aman,” katanya.
Di tengah persoalan tersebut, penghentian operasional dapur MBG juga terjadi di wilayah Losari.
Menanggapi situasi itu, Forum Masyarakat Sipil untuk Keadilan dan Demokrasi (FORMASI) Cirebon menyatakan dukungan terhadap langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalirahayu 02 Yayasan Pendidikan Delta Cirebon.










