CIREBON – Kondisi jalan utama menuju kawasan tambak garam di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, kembali menjadi sorotan. Rabu (3/6/2026).
Ruas jalan yang menjadi akses utama ribuan petambak garam dan nelayan itu hingga kini masih rusak parah, meski telah digunakan masyarakat selama lebih dari setengah abad.
Jalan sepanjang sekitar 7 hingga 8 kilometer dengan lebar 6 hingga 8 meter tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan permukiman warga dengan hamparan tambak garam dan kawasan pesisir.
Namun, hingga saat ini belum pernah dilakukan pembangunan permanen berupa pengaspalan maupun betonisasi.
Salah seorang petambak garam Rawaurip, Ismail Marzuki, mengatakan jalan tersebut telah menjadi urat nadi aktivitas ekonomi masyarakat pesisir sejak era 1970-an.
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak telah lama menjadi keluhan warga karena sangat berpengaruh terhadap distribusi hasil produksi garam maupun aktivitas nelayan.
“Jalan ini sudah ada sejak sekitar tahun 1970-an. Dari dulu sampai sekarang menjadi akses utama untuk mengangkut hasil garam dan aktivitas nelayan ke laut. Tetapi sampai hari ini belum pernah diaspal atau dibeton,” ujarnya.










