Keterbatasan Bukan Penghalang, KDD Lemahabang Bangun Kafe Inklusif untuk Wujudkan Kemandirian Difabel

Pengurus KDD Lemahabang, berdialog dengan jurnalis lokal Cirebon mengenai upaya mendorong pelayanan publik yang inklusif serta pengembangan kafe inklusif sebagai wadah pemberdayaan dan kemandirian penyandang disabilitas.
banner 468x60

Dadi menilai sejumlah desa yang mulai menerapkan prinsip inklusi telah menunjukkan perkembangan positif. Pendataan semakin baik, aksesibilitas mulai diperhatikan, dan standar pelayanan publik yang ramah bagi seluruh warga mulai diterapkan.

Tidak berhenti pada advokasi kebijakan, KDD juga tengah mengembangkan berbagai produk UMKM hasil karya penyandang disabilitas. Produk-produk tersebut, mulai dari makanan ringan hingga olahan rempah-rempah, nantinya akan dipasarkan melalui kafe inklusif yang sedang dirintis.

Bagi Dadi dan rekan-rekannya, kafe inklusif bukan sekadar tempat usaha. Lebih dari itu, kafe tersebut akan menjadi simbol bahwa penyandang disabilitas mampu berdiri di atas kaki sendiri, berkarya, dan menjadi bagian penting dalam pembangunan desa.

“Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa teman-teman difabel juga mampu bekerja, berkarya, dan berperan aktif dalam pembangunan. Yang kami butuhkan adalah kesempatan dan ruang yang setara,” pungkasnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60