Dari rumah sakit di Cirebon, KH Adib dirujuk ke RS Mitra Plumbon sebelum akhirnya dibawa ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
KH Aris mengaku sempat meyakini sang kakak sedang menunggu kepulangan istri dan anak-anaknya yang tengah menunaikan ibadah haji. Keluarga kemudian mengajukan tanazul agar kepulangan mereka bisa dipercepat.
“Malam harinya istri dan anak-anak beliau tiba di Indonesia. Keesokan paginya beliau wafat,” ujarnya.
Keluarga mengaku sangat terkejut atas kepergian KH Adib karena sebelumnya kondisi kesehatan almarhum terlihat membaik. Bahkan ia masih aktif berolahraga dan beraktivitas sehari-hari.
Terkait penyakit yang diderita, KH Aris mengaku tidak mengetahui secara rinci karena hal tersebut merupakan ranah tim medis. Namun keluarga sempat menerima informasi bahwa almarhum mengalami kekurangan kalium.
Ia juga mengaku tidak memiliki firasat apa pun mengenai kepergian sang kakak. Harapan agar KH Adib tetap mendampingi pesantren membuatnya tidak menangkap isyarat-isyarat yang mungkin ada.










