“Saya tidak punya firasat apa-apa. Mungkin karena saya masih sangat berharap beliau tetap ada bersama kami. Pondok masih sangat membutuhkan beliau,” katanya.
Di lingkungan Nahdlatul Ulama, KH Adib masih menjabat sebagai Rois Syuriah hingga akhir hayatnya. Menurut KH Aris, almarhum memiliki komitmen kuat dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara.
“Beliau selalu berpandangan bahwa mengabdi kepada negara bisa dilakukan dengan banyak cara. Tentara menjaga keamanan, polisi menjaga ketertiban, sedangkan ulama berkontribusi melalui peran moral dan spiritual,” jelasnya.
Karena pemikiran dan kebijaksanaannya, KH Adib kerap dimintai pertimbangan dalam berbagai persoalan penting, baik di lingkungan pesantren, organisasi, maupun kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pesan yang paling sering disampaikan almarhum kepada keluarga dan para santri adalah menjaga Nahdlatul Ulama serta mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Beliau selalu berpesan kepada kami untuk menjaga NU dan menjaga NKRI,” pungkas KH Aris.










