Dalam program tersebut, pelaku UMKM akan mendapatkan pendampingan mulai dari penyusunan identitas merek, promosi melalui media sosial, hingga penerapan sistem pembayaran digital menggunakan QRIS.
“Kami ingin membantu UMKM yang selama ini masih bersifat lokal agar memiliki branding yang lebih baik, memanfaatkan media sosial, hingga menggunakan pembayaran digital seperti QRIS,” katanya.
Selain pendampingan pemasaran digital, mahasiswa juga akan memberikan pelatihan mengenai administrasi usaha, strategi pemasaran, serta literasi keuangan.
Edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan secara lebih efektif sekaligus mengenal berbagai layanan keuangan digital.
“Masyarakat perlu mulai mengenal literasi digital, baik dalam pengelolaan keuangan maupun investasi yang aman, sehingga dapat mengikuti perkembangan zaman,” jelas Hanny.
Untuk memperkuat program tersebut, tim KKN berencana menggandeng sejumlah mitra, di antaranya Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI), guna menghadirkan edukasi mengenai layanan keuangan syariah, transaksi digital, serta investasi emas sebagai salah satu instrumen investasi jangka panjang.










