KDM Diminta Jangan Buat Kebijakan Simbolik Saja, Wacana Tatar Sunda Berpotensi Timbulkan Polarisasi

banner 468x60

CIREBON,- Nama Provinsi Jawa Barat Indonesia diwacakan berubah menjadi Tatar Sunda mendapat sorotan dari Pengamat Kebijakan Publik Cirebon, Rizky Pratama. Menurutnya, sebagai kepala daerah, Kang Dedy Mulyadi (KDM) sebagai Gubernur Jawa Barat perlu lebih mengedepankan kebijakan yang aspiratif dan menjawab kebutuhan masyarakat saat ini dibandingkan menghadirkan kebijakan yang bersifat simbolik.

Rizky menilai Jawa Barat saat ini telah berkembang menjadi wilayah yang sangat majemuk. Selain masyarakat Sunda, provinsi ini dihuni oleh berbagai etnis dan latar belakang budaya, termasuk masyarakat Cirebon, Jawa, Betawi, Tionghoa, dan kelompok masyarakat lainnya yang telah menjadi bagian dari kehidupan sosial Jawa Barat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Jawa Barat sudah menjadi rumah bersama. Karena itu, pemimpin harus melihat realitas hari ini, bukan hanya romantisme masa lalu. Sejarah penting untuk menjaga identitas, tetapi masa depan membutuhkan kebijakan yang mampu merangkul seluruh masyarakat,” ujar Rizky kepada awak media, Minggu (5/7/2026)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60