“Cirebon punya potensi besar untuk menjadikan budaya sebagai kekuatan ekonomi melalui sektor pariwisata,” ungkapnya.
Menurut Dedi, pengembangan pariwisata berbasis budaya tak hanya meningkatkan daya tarik wisata, tetapi juga berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Namun, hal itu harus didukung dengan pembangunan infrastruktur yang memadai serta tetap memperhatikan nilai estetika.
Tak kalah penting, ia menekankan pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan yang terintegrasi dengan industri dan sektor pariwisata.
“Keunggulan Cirebon ada pada warisan sejarah dan budayanya. Tinggal bagaimana membangun kesadaran kolektif untuk mengintegrasikan pendidikan, industri, dan pariwisata,” tegasnya.
Peringatan Hari Jadi ke-544 ini pun menjadi simbol kuat bahwa Kabupaten Cirebon tidak hanya merayakan usia, tetapi juga meneguhkan arah menuju masa depan—menjadi daerah yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing melalui kekuatan budaya dan keberlanjutan lingkungan.








