Begitu pula anak yang memiliki kecerdasan atau bakat istimewa. Mereka membutuhkan pendekatan pembelajaran yang sesuai agar potensi dan kemampuannya dapat berkembang secara optimal.
“Setiap anak memiliki karakteristik dan kemampuan yang berbeda. Karena itu, pendekatan pendidikannya juga harus disesuaikan, bukan menyamaratakan semua anak,” jelas Arif.
Untuk menunjang pelaksanaan program, kelas inklusi idealnya didukung tenaga pendidik yang memahami kebutuhan anak, guru pendamping khusus apabila diperlukan, serta program pembelajaran individual berdasarkan hasil asesmen.
Penyesuaian metode mengajar, penggunaan media pembelajaran, hingga sistem evaluasi juga menjadi bagian penting agar setiap anak dapat mengikuti proses belajar secara optimal.
Saat ini, Pemdes Karangsuwung tengah berupaya mematangkan persiapan teknis program kelas inklusi, termasuk merancang pola pelayanan dan mengidentifikasi dukungan yang dibutuhkan dalam pelaksanaannya.
Program tersebut diharapkan dapat melibatkan pihak-pihak terkait, termasuk unsur pendidikan dan tenaga profesional, sehingga layanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan anak serta ketentuan pendidikan yang berlaku.










