CIREBON — Kunjungan kerja Komisi X DPR RI di Kota Cirebon berlangsung dinamis dengan menghadirkan berbagai unsur strategis kebudayaan, mulai dari Kementerian Kebudayaan, Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat, Pemerintah Kota Cirebon, perwakilan keraton, akademisi, sejarawan, budayawan, hingga Dewan Kebudayaan Kota Cirebon. Kamis (21/5/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang penting untuk membahas masa depan pelindungan cagar budaya dan arah pembangunan kebudayaan Cirebon ke depan.
Wali Kota Cirebon dalam sambutannya menegaskan bahwa Cirebon memiliki posisi tersendiri dalam sejarah kebudayaan Nusantara.
Karena itu, penguatan sektor kebudayaan menjadi salah satu prioritas pembangunan Kota Cirebon.
Dalam forum tersebut, Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cirebon, Fathan Mubarak, menyampaikan sejumlah gagasan strategis kepada Komisi X DPR RI. Salah satu usulan utama adalah penetapan Cirebon sebagai Kawasan Strategis Kebudayaan Nasional.
Menurutnya, Cirebon memiliki kekuatan historis dan kebudayaan yang sangat khas. Sebagai titik persilangan yang melahirkan budaya hibrid dan kosmopolit, Cirebon merepresentasikan apa yang oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, sering disebut sebagai mega diversity.










