CIREBON – Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Dedi Mulyadi tengah memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar secara masif.
Fokus pembangunan tersebut diarahkan pada pemeliharaan, peningkatan kemantapan, hingga pelebaran jalan sebagai bagian dari upaya memperbaiki konektivitas dan menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat, Jumat (22/5/2026).
Kebijakan tersebut dinilai sejalan dengan berbagai persoalan yang selama ini muncul di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Cirebon, terutama jalur Kanci–Sindang, Sindanglaut–Pabuaran, hingga kawasan Ciledug.
Di sepanjang ruas tersebut, masih banyak ditemukan bangunan liar (bangli), parkir liar toko, hingga pedagang kaki lima (PKL) yang memanfaatkan trotoar dan menutup saluran air.
Kondisi tersebut tidak hanya memicu kesemrawutan tata ruang, tetapi juga berdampak pada munculnya genangan hingga banjir saat hujan turun.
Drainase yang tertutup bangunan menyebabkan aliran air tidak berfungsi maksimal, sementara trotoar yang beralih fungsi turut mempersempit ruang publik dan memicu kemacetan.










