Dalam penyampaian materi, siswa juga diajak memahami bahwa sesuatu yang dianggap sebagai candaan oleh seseorang belum tentu dirasakan sebagai candaan oleh orang lain. Perkataan yang disampaikan tanpa mempertimbangkan perasaan penerima dapat meninggalkan luka psikologis dan memengaruhi kepercayaan diri seseorang.
Pemateri kegiatan, Fatimah, mengingatkan siswa agar tidak menjadikan kekurangan orang lain sebagai bahan ejekan. Menurutnya, setiap siswa memiliki perasaan dan pengalaman yang berbeda sehingga diperlukan sikap saling menghargai dalam membangun pertemanan.
“Kita tidak pernah tahu perjuangan seseorang di balik senyumnya. Bisa jadi perkataan yang menurut kita hanya bercanda justru menjadi sesuatu yang terus dia ingat dan membuatnya merasa tidak berharga. Karena itu, sebelum berbicara, mari kita belajar memikirkan perasaan orang lain,” ungkap Fatimah.
Ia juga mengajak siswa untuk tidak menjadi bagian dari lingkaran perundungan, baik sebagai pelaku maupun sebagai pihak yang mengetahui perundungan tetapi memilih diam. Menurut Fatimah, keberanian untuk menghentikan atau melaporkan tindakan yang tidak semestinya merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap sesama.










