“Menjadi teman yang baik bukan hanya tentang tertawa bersama, tetapi juga mampu menjaga perasaan, memberikan dukungan, dan berani membela teman ketika mengalami tindakan yang tidak semestinya,” katanya.
Salah satu bagian dalam kegiatan tersebut adalah sesi renungan bertajuk “Bagaimana Jika Itu Terjadi pada Kita?”. Sesi ini dirancang untuk mengajak siswa melakukan refleksi terhadap perilaku mereka dalam berinteraksi dengan teman.
Dalam suasana yang lebih tenang, siswa diajak membayangkan bagaimana perasaan seseorang ketika menerima perkataan atau perlakuan yang merendahkan. Mereka juga diarahkan untuk mengingat kembali pengalaman dalam pertemanan, termasuk kemungkinan adanya perkataan atau tindakan yang pernah dilakukan dan tanpa disadari telah menyakiti orang lain.
Sesi refleksi berlangsung emosional. Sejumlah siswa terlihat menundukkan kepala dan meneteskan air mata ketika diajak menyadari kembali pentingnya menjaga perasaan orang lain. Momen tersebut menjadi bagian dari proses introspeksi yang dibangun selama kegiatan.










