Ia menjelaskan, kondisi kerusakan jalan hampir merata dari wilayah Kapetakan hingga Gegesik.
Jalan tersebut tidak hanya digunakan masyarakat umum, tetapi juga menjadi akses penting bagi para petani dalam menunjang aktivitas pertanian.
Menurut Ujang, perbaikan jalan tidak dapat ditunda lebih lama karena keberadaannya memiliki dampak besar terhadap mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Sebagai anggota legislatif, dirinya mengaku akan mengusulkan perbaikan melalui pokok pikiran (pokir) pada tahun anggaran mendatang.
Namun, ia menilai perbaikan tidak bisa dilakukan secara sendiri sehingga perlu dukungan dari instansi terkait.
“Saya akan masukkan pokir tahun depan, tetapi tentu tidak bisa sendiri. Kami minta Dinas PUTR ikut andil agar tahun ini sudah ada langkah perbaikan, minimal pada titik-titik kerusakan yang paling parah,” katanya.
Ujang berharap perbaikan menyeluruh dapat direalisasikan pada tahun depan. Sementara untuk tahun ini, perbaikan sementara pada ruas jalan yang rusak berat dinilai menjadi solusi awal agar akses masyarakat tetap berjalan.










