Itu terjadi sebelum bangsa Portugis tiba di nusantara. Dengan sejenak mengabaikan polemik seputar Gotrasawala, Negarakertabhumi dari korpus Wangsakerta mencatat kedatangan armada Tiongkok di Muara Jati pada awal abad lima belas. Catatan-catatan Ma Huan memberi keterangan bahwa pelabuhan Cirebon sudah menjadi bagian dari jaringan pelayaran Asia. Hal serupa kita dapati dari Carita Purwaka Caruban Nagari edisi Atja yang ditulis tiga dekade setelah Negarakertabhumi. Meski disusun jauh sesudah peristiwa yang diceritakannya, naskah ini memperlihatkan konsistensi bagaimana Cirebon memahami asal-usul kotanya melalui perjumpaan demi perjumpaan.
Satu ironi kita dapati: Cirebon yang disebut pertama sebagai wilayah Jawa, justru memiliki kedekatan erat dengan dunia Sunda. Kedua naskah bahkan menginformasikan Cirebon sebagai bagian dari Kerajaan Sunda sebelum akhirnya menjadi wilayah merdeka. Hubungan itu tampak pada silsilah para penguasa, jaringan kekuasaan, hingga peristiwa-peristiwa politik yang menghubungkan Cirebon dengan Pajajaran. Batas antara Sunda dan Jawa sedari awal tidak pernah sepenuhnya tegas.










