Saat ini, terdapat klaim sekitar Rp5 miliar dari tahun 2024 hingga 2025 yang masih dalam proses kajian akibat kendala administrasi dan peralihan status kepesertaan BPJS.
Selain itu, rumah sakit juga aktif berkoordinasi dengan puskesmas dalam sistem rujukan guna memastikan alur pelayanan dan klaim berjalan lebih efektif.
RSUD Waled bahkan membuka akses layanan bagi pasien dari luar daerah, termasuk wilayah Ciayumajakuning dan Jawa Tengah.
Kendala lain yang dihadapi adalah status kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang tidak aktif.
Hal ini kerap menghambat proses pelayanan maupun klaim. Untuk itu, RSUD Waled mendorong masyarakat segera melakukan aktivasi kembali kepesertaan BPJS mereka.
“Kami tetap melayani pasien tanpa diskriminasi. Jika ada kendala administrasi BPJS, kami akan bantu koordinasikan dengan pihak terkait,” tegasnya.
Dalam upaya memperkuat layanan, RSUD Waled juga mendorong dukungan dari pemerintah daerah melalui perluasan pembiayaan, baik dari APBD, CSR perusahaan, maupun sumber lainnya untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat.








