“ Dulunya kurang dilirik sama Masyarakat, namun setelah melihat potensi usaha kopi ini cukup menjanjikan, membuat lebih banyak Masyarakat yang memilih bergabung. Dari awalnya hanya 5 – 10 petani, sekarang sudah ada sebanyak 30 petani,” kata Robi.
Robi menyebut, sekitar 70 persen produksi yang dihasilkan merupakan kopi Arabika, sementara sisanya didominasi Robusta. Kopi tersebut ditanam di wilayah dengan ketinggian sekitar 750 hingga 1.200 meter di atas permukaan laut (MDPL).
Kondisi geografis tersebut turut membentuk karakter kopi Kuningan yang memiliki cita rasa manis, smooth, serta nuansa fruity yang cukup kuat.
Dukungan Bank Indonesia
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengatakan kopi menjadi salah satu komoditas yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk ekspor.
Menurutnya, peningkatan daya saing kopi harus ditopang tiga aspek utama, yakni kualitas, kuantitas, dan kontinuitas atau 3K.
“Kalau kita ingin meningkatkan ekspor kopi, tiga hal ini harus terpenuhi, kualitas, kuantitas dan kontinuitas. Tidak cukup hanya kopinya bagus, tetapi produksinya juga harus tersedia secara berkelanjutan,” ujar Wihujeng.










