Namun, ia menekankan bahwa keberadaan regulasi harus diikuti dengan program yang benar-benar menjawab kebutuhan pelaku usaha di lapangan. Regulasi, menurutnya, perlu diterjemahkan ke dalam kebijakan dan program pendampingan yang terukur agar memberikan dampak terhadap perkembangan UMKM.
Sophi menilai aspek kehalalan dan legalitas produk memiliki posisi penting dalam membangun kepercayaan konsumen. Produk yang memiliki kepastian legalitas dan memenuhi standar yang dipersyaratkan akan memiliki peluang lebih besar untuk memperluas pasar.
Dalam konteks tersebut, ia menilai kegiatan yang dilakukan mahasiswa UIN SSC di Desa Kubangdeleg menjadi contoh konkret bagaimana perguruan tinggi dapat mengambil peran dalam membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.
“Di sinilah peran akademisi dan mahasiswa dibutuhkan. Pendampingan produk halal ini merupakan contoh konkret kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat,” katanya.
Menurut Sophi, pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Karena itu, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilannya untuk membantu menjawab kebutuhan masyarakat.










