Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, DPRD, pemerintah desa, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Kolaborasi tersebut penting agar program pemberdayaan masyarakat tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan manfaat yang berkelanjutan.
“Dengan peran akademisi dan mahasiswa yang kemudian bersinergi dengan pemerintah daerah maupun DPRD, diharapkan penguatan UMKM di desa-desa dapat terwujud sehingga UMKM di desa bisa naik kelas,” ujarnya.
Selain peningkatan kualitas produk, Sophi menilai penguatan UMKM juga berkaitan erat dengan upaya memperluas kesempatan kerja. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor informal masih memiliki porsi penting dalam struktur ketenagakerjaan nasional.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan UMKM tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas perdagangan, tetapi juga memiliki dimensi ketenagakerjaan dan kesejahteraan masyarakat.
UMKM yang tumbuh dan berkembang akan memiliki kapasitas lebih besar untuk meningkatkan produksi, memperluas jaringan pemasaran, serta menciptakan kesempatan kerja baru. Karena itu, pemberdayaan UMKM perlu ditempatkan sebagai salah satu bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah.










